Melihat lebih dalam dirimu (aku dan diriku)

Tertanda dan untuk si ‘Jadi dirimu sendiri’

Aku baru tahu ada ketimpangan social, ketika strata derajat menjadi ukuran persahabatan dan kesenjangan social menjadi pertanyaan akan kemanakah diri masa depanmu akan tetap seperti atau berubah dan lepas dari keluargamu, di manakah seharusnya kamu berada sekarang dan akan berteman dengan siapa. Karena aku memang bukan orang sembarangan dan patut diperhitungkan.


Aku tidak pintar, bukan sosok yang cantik, cerdaspun hanya didapat ketika cerdas itu dibutuhkan, aku tidak hidup sebagai orang kaya dan aku tidak terllau mencintai diriku, dan menganggap aku memang bodoh.
Sosok-sosok yang berhasil dan sukses berkelebat dalam benakku sebagaimana adanya yang kusebut mereka ada di mata masyarakat karena memang mereka berhasil menemui kemampuannya dan mengembangkan seperti yang sudah diketahui orang banyak.

Aku berasal dari keluarga yang biasa-biasa dalam hidup dan berdasar kesederhanaan. Hanya itu yang perlu kalian tahu, dengan kondisi pertemanan yang tidak terlalu akrab sampai belum ada yang hingap atau melewatkan waktu dikamarku. Dalam artiu aku dan sahabatku tidak akrab lagi dan sudah tidak melewatkan waktu bersama lagi setidaknya semoga untuk hari-hari yang lalu saja dan tidak berkelanjutan.

(lebih…)

Iklan