an exhibition in Jogja Gallery

Location: north east of North Square (alun-alun utara), Jogjakarta

I don’t know why I wrote this, just because the guard of Jogja  Gallery didn’t permit the visitors take photos or pictures inside the gallery. Alright Idul Fitri’s holiday my younger sister had had a task to visit Jogja  Gallery and make a report about that place. Firstly, both of us didn’t know what inside the gallery are. And you know what; there are many photos that showed how Indonesia builds its nation, Indonesian’s struggle to reach its independence.  The gallery provides many photos from 1945 till 1950 and the collections of Mr. Soekarno, Mr. Moh. Hatta, and Mr. Moh Roem . There are their clothes, their shoes, and their books (Mr. Roem ‘s books exactly).  The photos is sold and the price is 2 million rupiahs for every photos, and there are souvenirs outside include the books of Soekarno and Indonesian’s struggle.

Like I said before the guard didn’t permit the visitors take the photos but I have ignored the rule and I took the photos. Here they are:

(lebih…)

Iklan

IPF (Industrial Plantation Forest)

This essay will discuss about Industrial Plantation Forest (IPF) but in Indonesian usually we call it HTI (Hutan Tanaman Industri).

IPF is it useful for human being or not?

The fundamental term why this is a very important issue to be discussed is that Industrial Plantation Forest may change our life. Maybe there are lot of people don’t know about IPF. Why? Because they never care with the forest and of course what inside the forest are.

The government has taken a part of this kind of issue. Government made many policies of forest include about IPF.  And the law or the policies are the forest should reduce the carbon dioxide on the air and useful for human being. There are other specification of this: the IPF shouldn’t disturb the society around the forest area and shouldn’t be implemented in the forest area or forest area shouldn’t change become IPF.

(lebih…)

Keahlian

Ini  yang saya baru saja sadari tentang satu titik kehidupan milik setiap orang. Ini juga merupakan hasil perenungan saya di atas sepeda motor.

Setelah melihat beberapa polisi yang mengatur lalulintas di perempatan ngampilan, Yogyakarta, saya tertarik dengan cara mereka mengatur lalulintas agar tidak saling bertabrakan seperti di film spongebob. Kebetulan lampu laulintas atau traffic light di perempatan itu mati dan para polisi turun tangan untuk mengaut lalulintas sendiri. Saya melihat bagaimana mereka mengayunkan tangan menyuruh kendaraan berhenti dan jalan saya juga melihat pengendara yang tidak tertib yang mengubah perempatan menjadi perlimaan.  Sehingga tak takjub saya bila Yogyakarta jadi semakin semrawut seperti fenomena yang saya lihat barusan.

(lebih…)

FKY Benteng Vredeburg

Karena banyak stand yang belom buka, adekku bosen ada di sana akhirnya aku ambil foto-foto sebagian dari stand yang udah buka di Festival Kesenian Yogyakarta, abis datengnya kepagian sih kayaknya buka malam deh stand-stand di sini. check out thid picture

yang lagi nglukis

yang lagi ngukir

mengukir

catur kardus

teknik boga uny

buku loakan

a shirt

forest painting

Indonesia Ingin Maju

Saya mungkin memang berpikir seperti orang kebanyakan yang menyebut ‘sebenarnya Indonesia kaya’ itu dalam konteks ‘ sebenarnya’ , berarti menurut pandanganku bahwa kata ‘sebenarnya’ mengungkapkan sesuatu yang terjadi secara mata telanjang dan yang dirasakan serta yang actual atau apapun itu yang disebut ‘fakta’. Tapi bagaimana dengan sudut pandang orang yang tak menyukai Indonesia bila kata ‘sebenarnya’ dihilangkan dan yang terlihat oleh mata telanjang itu bukan ‘sebenarnya’. Jadi bahkan keterangan bahwa Indonesia dulu dijajah karena kekayaannya yang mempunyai rempah-rempah dan berbagai SDA yang mengundang nafsu itu serasa sajak-sajak histori dan hanya berupa fakta tak terlihat pada masa modern ini. Karena definisi modern saat ini berpatok pada negara maju seperti Amerika Serikat atau USA dan Jepang .

Menurut data yang ada memang Indonesia penghasil rempah-rempah yang berhasil dengan bukti adanya salah satu faktor ‘global warming’ akibat polusi asap rokok.  Mengapa? Sebab bangsa Indonesia sebagian penduduknya gemar merokok, dan rokok terbuat dari rempah-rempah, selain itu ada berita tentang ganja sebagai ‘obat terlarang’ alias narkoba, sebut saja perusahaan Djaroem, Dji Sam Soe, A Mild dsb. Selain itu Indonesia mempunyai aneka bahan tambang yang mungkin tidak ditemukan di negara lain, contoh emas di Papua yang menjadi sumber pasokan FreePort, penambangan minyak lepas pantai, penambangan pasir di sepanjang wilayah pegunungan (kaliadem, Jogjakarta dan sekitarnya) dan wilayah pantai secara tidak sembunyi-sembunyi. Hutan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang memasok kayu dan kelapa sawit ke berbagai daerah dan berapa kalipun berita menyampaikan ‘Ilegal logging’ dan ‘kebakaran’, hutan itu tetap ada di Indonesia. Sayangnya pernyataan walau Indonesia mempunyai SDA yang ‘banjir’ tetapi Indonesia bukan negara maju. Pernyataan tadi memang tak bisa disangkal karena memang yang memproduksi Indonesia, yang mengekspor Indonesia tetapi semboyan tidak berbunyi ‘Indonesia untuk Indonesia’ dalam hal ini. Indonesia bukan pengolah SDA-SDA yang ‘banjir’ tersebut dan negara lainlah yang mengolah bahkan kita mendapat barang kita sendiri dengan harga yang mahal akibatnya. Kita mendapatkan ‘persenan’ dan ‘komisi’ untuk itu tetapi tetap saja tulisan dijajah pada masa lalu hanya berubah sedikit menjadi ‘terjajah’. Hanya faktor tidak terlihat dan terlihatnya saja yang mempengaruhi dan faktor ketidaksengajaan.

Mari kita bedakan bersama, kata dijajah berarti kita merasa menderita dan adanya perang serta kata merdeka belum tercapai, bagaimana bila ‘terjajah’ kita seakan-akan lupa bila kita dijajah, seakan-akan apa yang kita miliki dinikmati sendiri dan kecap kemerdekaan sudah bergaung di lingkup dan komunitas tetapi sayangnya semua keindahan masa lalu yang semua menjadi milik kita ternyata direbut secara halus buktinya bahkan kita tidak tahu reog sudah sampai Malaysia dan hampir diaku utuh oleh mereka selain itu perlahan-lahan SDA surut dan yang tersisa hanya nama ‘Indonesia’ yang mungkin suatu saat nanti mata telanjang kita tidak melihat hutan lagi karena habis.  Baik, saya tentukan saja, perbatasan dijajah dan ‘terjajah’ adalah sebelum tahun 1945 adalah dijajah dan sesudah 1945 adalah ‘terjajah’.

(lebih…)

ketika Indonesia …..berada

Setelah membaca sedikit dan menillik sedikit tentang adanya perbedaan yang signifikan antara Indie dan Indonesia, kata-kata yang berbeda tentunya beserta sedikit pengetahuan tentang 2 kaum ini kentara sekali bahwa dalam blog ini akan sedikit dijelaskan mengenai yang terjajah dan penjajah, serta perasaan mereka masing-masing yang sebenarnya tidak ada keromantisan dan mendatangkan mala petaka bagi yang berseteru.

Dalam bentuk modernisasi dan bentuk reformasi serta kebebasan sepenuhnya yang didapat Indonesia dan yang ditelanjangkan lebih lekat ketika seorang guru sejarah dan pengamat sejarah Indonesia dengan guru  atau pengamat sejarah daerah lawan penjajah diketemukan dalam sejarah atau sesama pengamat sejarah negri penjajah  yang membela Indonesia (pemberontak) dikumpulkan dalam satu forum, dalam hal ini tiada yang lebih mungkin bahwa Indonesia adalah negri jajahan yang patut dijajah. Dikarenakan Indonesia mempunyai kekayaan yang tidak hanya patut diperhitungkan tetapi sangat memenuhi criteria daerah jajahan, dengan criteria:

  1. Jumlah talang minyak tersebar
  2. Rempah-rempah  seperti cengkih dan pala serta bumbu berkhasiat bagi kesehatan mudah ditemukan
  3. Para wanita Indonesia saat itu belum diberi label ‘emansipasi wanita’
  4. Ketidak berdayaan dan kurangnya biaya dalam pembangunan negri oleh pemerintah.
  5. Kurangnya pendidikan warga Indonesia
  6. Tidak adanya kekuasaan yang jelas dalam kepemimpinan negri
  7. Ke-primitifan dan kejadulan masyarakat akan teknologi dan pengetahuan
  8. Bodohnya, penjajahan terulang lagi pada masa sesudah kemerdekaan, di mana Indonesia dijajah oleh  Belanda.
  9. Kurang tepatnya prediksi selesainya peperangan kita menyebabkan para tentara terlanjur terlena dengan iming-iming Negara Belanda.

Dalam uraian di atas masih terurai uraian lain yang lebih panjang untuk mengulas adanya ketimpangan social yang jelas kelihatan berbeda masa penjajahan Belanda selama 350 tahun di mana rakyat Indonesia menjadi budak (baboe) di negeri sendiri. Keanehan dan kesalahan penempatan posisi ini menjadi tanggungan semua karena memang ketidaktersediaanya peralatan secanggih penjajah untuk berperang melawannya.

Tetapi ketika diulas lagi menjadi sejarah keromantisan ternyata bagi Indonesia, terlihat dari cara kita mengenang dan memperingati serta mempelajari itu semua sejak kelas 3 sd, semua yang menjadi faktor terpupuknya rasa nasionalisme ada dalam bku sejarah serta yang berhubungan dengan berita tentang neara-negara maju.

rumus untuk mengenali Indonesia pada jaman sekarang pun terlihat lebih mudah untuk dipeajari karena yang terjadi cap menarik kurang dari cap berbahaya, seperti:

1. beras yang harganya serta berbagai jenis makanan tradisional yang mengambang, serta untuk masyarakat pribumi tidak diistimewakan

2. sense of responsibility to the culture and its way to build itbenar-benar melemah

3 berita adanya duta yang mempromosikan Indonesia ke dunia luar berkurang dan malah yang sudah jadi artis dan tidak mengembangkan yang di bawah malah cenderung terlupakan

4. teroris

tetapi setidaknya utang negara harus diniati untuk disaur, setidaknya da usaha dari pemerintah untuk membuat dan mengembangkan lapangan kerja serta membuat yayasan tuna dan SLB, dan adanya pembagian zakat fitrah bagi warganya walau dengan berbagai kerusuhan serta terkorupdi di mana-mana, setidaknya para teroris berusaha dan dicari mati-matian serta media yang berkembang.  Serta serentetan usaha yang lain

ketika Indonesia mendapat sanjungan negri berbudaya, nampak bahwa sektor pariwisata harus dipertahankan untuk mendapat devisa negara, berbagai kebudayaan, adat. upacara ritual mempunyai banay sekali kekhasan Indonesia yang heterogen dan berharap untuk segera diakui dan dipatenkan.

Bila dalam konteks ini kita terdesak negara lain yang menyabet kebudayaan serta ciptaan Indonesia seperti tempe, reog, pendet, lagu kebangsaan, makanan khas, dan jenis-jenis lain. Dan yang terpenting itu adalah aset negara yang digunakan untuk menarik para wisatawan. Hanya masalahanya ke-ekonomian Indonesia carut marut dan perlu diperbaiki sedikit demi sedikit.

Evaluasi dan pendidikan sangat penting juga bagi perkembangan jaman, tetapi rasa rendah hati dan bukan rendah dirilah yang susah didapatkan, karena terkadang saya sendiri melihat bahwa Indonesia terkadang menjadi negri yang sombong tetapi tidak terlihat kelebihan lainnya, bahwa kita bisa dan mampu berusaha, bertuju pada realita dan impian serta perbandingan akurat seberapa kita mampu untuk mencapai, seberapa kita mampu mengurangi kepelitan kita terhadap bangsa sendiri dan menempatkan masyarakat Indonesia menjadi tumpuan adanya bangsa ini dan mampu untuk lebih.

Karena dulunya memang Indonesia negeri yang ramah dan gemah ripah loh jinawi. Itu mengapa Indonesia patut disanjung.

Halal Bihalal RT 34, Taman dalam rangka Idul Fitri

Wilayah RT 34, Taman, Kraton, Patehan, mengadakan acara Halal Bihalal untuk memperingati hari raya Idul Fitri 1430 H, di mana yang beragama Non-is memepersiapkan santapan dan makanan sedangkan yang islam bersholat dahulu di masjid,

Acara halal bihalal ini sudah berlangsung sejak lama di RT 34 ini dan menjadi cirikhas warganya untuk membudidayakan salam-salaman dan bersilaturahmi di RT ini untuk menjalin kerukunan antar umat beragama dan menjalin tali kasih dan persaudaraan, kegiatan ini dirujuk untuk kerjasama dan bahu membahu demi kelancaran dan pembangunan pribadi hingga kreativitas untuk menjujung nilai otonomi daerah yang diberikan pemerintah kepada setiap warganya.

Dalam kegiatan di RT 34 ini terdiri dari:

  • v  Persiapan dengan hidangan dan snack-snack
  • v  Berkumpul bersama setelah disediakan kursi
  • v  Pengantar acara oleh pembawa acara
  • v  Sambutan-sambutan
  • v  Pembacaan puisi ramadhan
  • v  Pembacaan doa
  • v  Salam-salaman.
  • hidangan

    hidangan

    mic dan stereonya

    mic dan stereonya

    ibu-ibunya udah pada ngumpul

    ibu-ibunya udah pada ngumpul

    yang muda

    yang muda

Dari urutan yang terperinci ada dalam setiap acara dan kita tinggal menyadurnya sedemikian rupa, dalam perkembangan globalisasi ang semakin memuncak dan tidak karuan diharapkan kegiatan kecil seperti ini mendapat ‘tepuk tangan’ dan ‘acungan jempol’ dari pemerintah. Karena tidak sedikit warga yang juga melupakan budaya ini. Pesona hari raya memang tiada bandingnya, walaupu seperti hari biasa yang diberi embel-embel peringatan tetapi itu adalah semangat dan support bagi manusia untuk mengembangkan diri sendiri. Selain itu ada pula saran untuk semua yang ada di sini, untuk bergantian antar agama juga seperti itu jadi tidak sewaktu acara idul fitri saja tetapi berhubung di RT ini juga banyak penganut kristiani, tidak urung pula kita bergantian dan menghormati serta ikut merayakan hari besar para kristiani, seperti natal dan paskah.

Karena dengan cara barter seperti ini menjadikan kita semua gembira apa adanya serta perdamaian dan penyelesaian masalah menjadi lebih mudah utnuk dicapai.

Salam salut saya pada RT34

Benedictte Putri Wikandari.

Melihat lebih dalam dirimu (aku dan diriku)

Tertanda dan untuk si ‘Jadi dirimu sendiri’

Aku baru tahu ada ketimpangan social, ketika strata derajat menjadi ukuran persahabatan dan kesenjangan social menjadi pertanyaan akan kemanakah diri masa depanmu akan tetap seperti atau berubah dan lepas dari keluargamu, di manakah seharusnya kamu berada sekarang dan akan berteman dengan siapa. Karena aku memang bukan orang sembarangan dan patut diperhitungkan.


Aku tidak pintar, bukan sosok yang cantik, cerdaspun hanya didapat ketika cerdas itu dibutuhkan, aku tidak hidup sebagai orang kaya dan aku tidak terllau mencintai diriku, dan menganggap aku memang bodoh.
Sosok-sosok yang berhasil dan sukses berkelebat dalam benakku sebagaimana adanya yang kusebut mereka ada di mata masyarakat karena memang mereka berhasil menemui kemampuannya dan mengembangkan seperti yang sudah diketahui orang banyak.

Aku berasal dari keluarga yang biasa-biasa dalam hidup dan berdasar kesederhanaan. Hanya itu yang perlu kalian tahu, dengan kondisi pertemanan yang tidak terlalu akrab sampai belum ada yang hingap atau melewatkan waktu dikamarku. Dalam artiu aku dan sahabatku tidak akrab lagi dan sudah tidak melewatkan waktu bersama lagi setidaknya semoga untuk hari-hari yang lalu saja dan tidak berkelanjutan.

(lebih…)

buat KPK (Kemerosotan Profesi Kerja)

Kalau memang terjadi korupsi, harus bagaimana?

Kalau memang tidak sanggup menutupi ketidakmampuannya, harus apa?

Kalau memang para koruptor gak mau ngaku, emang kita bisa maksa?

Bahkan kalau dirunut koruptor ternyata lebih cerdik dari lembaga anti korupsi ini (KPK- Komisi Pemberantasan Korupsi)

Hingga dalam usaha menangkap, mencuri tahu (bukan mencari tahu), menyadap (dengan izin pengadilan negeri), memberondong para praduga bersalah (hampir terdakwa) dengan beribu pertanyaan dan pojokan tanda seru perintah.

Memang disayangkan kerja pemerintah yang kurang tanggap dan kurang cepat . Dalam kasus baru-baru ini buka: kompas, kpk. (lebih…)

lagu Indonesia Raya-kepleset

a song by- malayan

Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur

Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku

Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat

Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia

Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka

Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset

Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin

Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap

karena keterbatasan otak  mengingat lagu jadi diplesetkan…..

tolong dibenahi.

Diketahui: malayan

Ditanya: kok bisa?

Dijawab: karena Indonesia terkadang memang mudah dibodohi…

isu 3 pulau dijual dan perdebatan hingga rebutan barang kesenian

terbukti: tepat

kesimpulan: wow.