an exhibition in Jogja Gallery

Location: north east of North Square (alun-alun utara), Jogjakarta

I don’t know why I wrote this, just because the guard of Jogja  Gallery didn’t permit the visitors take photos or pictures inside the gallery. Alright Idul Fitri’s holiday my younger sister had had a task to visit Jogja  Gallery and make a report about that place. Firstly, both of us didn’t know what inside the gallery are. And you know what; there are many photos that showed how Indonesia builds its nation, Indonesian’s struggle to reach its independence.  The gallery provides many photos from 1945 till 1950 and the collections of Mr. Soekarno, Mr. Moh. Hatta, and Mr. Moh Roem . There are their clothes, their shoes, and their books (Mr. Roem ‘s books exactly).  The photos is sold and the price is 2 million rupiahs for every photos, and there are souvenirs outside include the books of Soekarno and Indonesian’s struggle.

Like I said before the guard didn’t permit the visitors take the photos but I have ignored the rule and I took the photos. Here they are:

(lebih…)

Iklan

Cebi Cafe jogja

Hwaaaahhhh….walau agak gerimis, tapi saya ternyata lebih tidak betah berdiam diri di rumah saja, maka saya melakukan survey cafe lagi ke CEBI cafe. Letaknya di deket SMA John De Britto di Jalan Demangan Baru no 9. berikut foto-foto cebi cafe lantai dua

bayangan cermin

cebi cafe

jendela lantai 2

suasana masih sepi, karena memang baru saja didirikan, menu-menu di sini bermacam-macam berkisar 8000 rupiah ke atas, di lantai dua ada fasilitas bel untuk memesan makanan atau minuman. Fasilitas hot spot, AC serta musik menjadi penunjang cafe ini.

Published in: on Juli 28, 2010 at 1:58 pm  Comments (2)  
Tags: ,

Keahlian

Ini  yang saya baru saja sadari tentang satu titik kehidupan milik setiap orang. Ini juga merupakan hasil perenungan saya di atas sepeda motor.

Setelah melihat beberapa polisi yang mengatur lalulintas di perempatan ngampilan, Yogyakarta, saya tertarik dengan cara mereka mengatur lalulintas agar tidak saling bertabrakan seperti di film spongebob. Kebetulan lampu laulintas atau traffic light di perempatan itu mati dan para polisi turun tangan untuk mengaut lalulintas sendiri. Saya melihat bagaimana mereka mengayunkan tangan menyuruh kendaraan berhenti dan jalan saya juga melihat pengendara yang tidak tertib yang mengubah perempatan menjadi perlimaan.  Sehingga tak takjub saya bila Yogyakarta jadi semakin semrawut seperti fenomena yang saya lihat barusan.

(lebih…)

FKY Benteng Vredeburg

Karena banyak stand yang belom buka, adekku bosen ada di sana akhirnya aku ambil foto-foto sebagian dari stand yang udah buka di Festival Kesenian Yogyakarta, abis datengnya kepagian sih kayaknya buka malam deh stand-stand di sini. check out thid picture

yang lagi nglukis

yang lagi ngukir

mengukir

catur kardus

teknik boga uny

buku loakan

a shirt

forest painting

Cita Rasa Bakso Sapi

bakso sapi kuah

Karangan saya sejenis dan kadang dengan tema yang benar-benar membosankan. Sekarang saya sedang mengarang lagi dengan tema yang mungkinmenurut otak saya karena akan menautkan sesuatu dan bagaimana saya bisa berpikir bahwa rasa bakso itu seperti cita rasa Indonesia dan cita rasa bola. Bahkan anda saya yakin tidak ingin menautkan bola dengan bakso dan Indonesia dengan bakso, tetapi mau bagaimanapun dunia menyediakan bakso sebagai ‘makanan’ dan Indonesia sebagai ‘negara’ serta bola sebagai bagian dari alat ‘olah raga’. Indonesia menurut ayah saya adalah satu-satunya negara yang menciptakan bakso daging sapi, Malaysia juga punya bakso tetapi bakso ikan. Dan yang saya ulas dalam karangan saya adalah bakso daging sapi yang biasanya dijual pedagang keliling atau warung-warung seperti biasanya, bumbu bakso itu ada motto, garam, bawang, dan sebagainya berbagai bumbu dimasukkan dalam ramuan bakso tadi hingga kadang kita menambah sambal, saos, dan kecap. Kenapa saya memilih bakso sebagai bahan karangan saya? Karena bakso sudah terkenal dengan nama ‘meat ball’ dan mungkin merambah kalangan bawah hingga para konglomerat. Kita kenal bakso dari pedagang keliling hingga bakso di restaurant mewah.
(lebih…)

Indonesia Ingin Maju

Saya mungkin memang berpikir seperti orang kebanyakan yang menyebut ‘sebenarnya Indonesia kaya’ itu dalam konteks ‘ sebenarnya’ , berarti menurut pandanganku bahwa kata ‘sebenarnya’ mengungkapkan sesuatu yang terjadi secara mata telanjang dan yang dirasakan serta yang actual atau apapun itu yang disebut ‘fakta’. Tapi bagaimana dengan sudut pandang orang yang tak menyukai Indonesia bila kata ‘sebenarnya’ dihilangkan dan yang terlihat oleh mata telanjang itu bukan ‘sebenarnya’. Jadi bahkan keterangan bahwa Indonesia dulu dijajah karena kekayaannya yang mempunyai rempah-rempah dan berbagai SDA yang mengundang nafsu itu serasa sajak-sajak histori dan hanya berupa fakta tak terlihat pada masa modern ini. Karena definisi modern saat ini berpatok pada negara maju seperti Amerika Serikat atau USA dan Jepang .

Menurut data yang ada memang Indonesia penghasil rempah-rempah yang berhasil dengan bukti adanya salah satu faktor ‘global warming’ akibat polusi asap rokok.  Mengapa? Sebab bangsa Indonesia sebagian penduduknya gemar merokok, dan rokok terbuat dari rempah-rempah, selain itu ada berita tentang ganja sebagai ‘obat terlarang’ alias narkoba, sebut saja perusahaan Djaroem, Dji Sam Soe, A Mild dsb. Selain itu Indonesia mempunyai aneka bahan tambang yang mungkin tidak ditemukan di negara lain, contoh emas di Papua yang menjadi sumber pasokan FreePort, penambangan minyak lepas pantai, penambangan pasir di sepanjang wilayah pegunungan (kaliadem, Jogjakarta dan sekitarnya) dan wilayah pantai secara tidak sembunyi-sembunyi. Hutan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang memasok kayu dan kelapa sawit ke berbagai daerah dan berapa kalipun berita menyampaikan ‘Ilegal logging’ dan ‘kebakaran’, hutan itu tetap ada di Indonesia. Sayangnya pernyataan walau Indonesia mempunyai SDA yang ‘banjir’ tetapi Indonesia bukan negara maju. Pernyataan tadi memang tak bisa disangkal karena memang yang memproduksi Indonesia, yang mengekspor Indonesia tetapi semboyan tidak berbunyi ‘Indonesia untuk Indonesia’ dalam hal ini. Indonesia bukan pengolah SDA-SDA yang ‘banjir’ tersebut dan negara lainlah yang mengolah bahkan kita mendapat barang kita sendiri dengan harga yang mahal akibatnya. Kita mendapatkan ‘persenan’ dan ‘komisi’ untuk itu tetapi tetap saja tulisan dijajah pada masa lalu hanya berubah sedikit menjadi ‘terjajah’. Hanya faktor tidak terlihat dan terlihatnya saja yang mempengaruhi dan faktor ketidaksengajaan.

Mari kita bedakan bersama, kata dijajah berarti kita merasa menderita dan adanya perang serta kata merdeka belum tercapai, bagaimana bila ‘terjajah’ kita seakan-akan lupa bila kita dijajah, seakan-akan apa yang kita miliki dinikmati sendiri dan kecap kemerdekaan sudah bergaung di lingkup dan komunitas tetapi sayangnya semua keindahan masa lalu yang semua menjadi milik kita ternyata direbut secara halus buktinya bahkan kita tidak tahu reog sudah sampai Malaysia dan hampir diaku utuh oleh mereka selain itu perlahan-lahan SDA surut dan yang tersisa hanya nama ‘Indonesia’ yang mungkin suatu saat nanti mata telanjang kita tidak melihat hutan lagi karena habis.  Baik, saya tentukan saja, perbatasan dijajah dan ‘terjajah’ adalah sebelum tahun 1945 adalah dijajah dan sesudah 1945 adalah ‘terjajah’.

(lebih…)

GRATIS DOWNLOAD MEMBONGKAR ‘GURITA CIKEAS’

UDAH LANGSUNG AJA KLIK DISINI :
http://v3bernardia.files.wordpress.com/2009/12/gurita-cikeas.pdf

Peduli lingkungan, Siapa Takut!

Sampah-sampah di mana-mana berserakan dan tidak terurus, terkadang kita lupa membuangnya atau memang sengaja membuangnya sembarangan hanya karena tidak ada tempat sampah. Bahkan dilihat dari keseharian sudah disediakan tempat sampah tetapi sekitar tempat sampah, sampah masih berserakan. Hanya dalam jarak sejengkal saja, orang yang lewat tidak mau mengambil dan memasukkannya ke tempat sampah.

Sampah dapat menjadi contoh untuk perbaikan dan perburukan, dimaksud dapak positif dan negative. Positifnya sampah dapat didaur ulang dan dapat dimanfaatkan dalam bentuk yang lain. Negatifnya dapat mencemari udara disekitarnya dan baunya menguar ke mana-mana.

Sampah dapat juga menyebabkan global warmingmaka dari itu dengan setumpuk efek negative sampahharus ada terobosan menuju efek positif sampah sendiri. Karena pencemaran oleh sampah tidak hanya udara tetapi juga limbah sungai menjadi alas an tepat untuk menunjukkan ‘respect’ kita pada lingkungan.

Berbagai wujud peduli lingkungan sudah ditunjukkan oleh beberapa lembaga dan perorangan dengan hasil yang tampak, adanya taman kota dibeberapa daerah di Indonesia banyaknya kegiatan reboisasidan tanam seribu pohon disebarluaskan dari satu tempat ke tempat lain, poster-posterdan spanduk GREENPEACE Indonesia juga masuk dalam hitungan peduli lingkungan, adanya promosi dan iklan kebersihan lingkungan  seperti 3 M pencegah demam berdarah adalah peran media massapeduli lingkungan. Sooo……temen-temen yang emang peduli lingkungan, tunjukkan saja.

Fondasi dan rumah tangga

Kenapa satu tambah satu adalah satu?

Satu yang dimaksud dalam konteks ini adalah orang atau manusia,

Ketika ada yang berkata bahwa suami istri adalah satu tubuh dan itu merupakan satu bangunan yang dibangun berdasar fondasi sebuah rumah.

Umpamakan ini sebuah rumah yang harus ada fondasi nya yang kuat bila tidak akan tumbang dengan sendirinya bahkan tak tersentuhpun tanpa adanya fondasi, rumah akan roboh terkena gempa.

Contoh pada kisah 3 babi kecil yang rumahnya lambat laun dibangun menjadi semakin kokoh karena kesalahan yang mereka buat sebelumnya dalam kegagalan membuat rumah yang robohn dengan sendirinya karena ditriup seekor  serigala (musuh mereka)

Seperti itulah yang dikatakan satu.

Sebuah rumah ini adalah bangunan yang menghasilkan dan rumah ini bukan hanya membutuhkan material pembentuk rumah tetapi rumah ini butuh surat yang mengakui adanya rmah ini. Seperti  inilah yang disebut rumah  tetapi masalahnya sebuah rumah juga butuh pemberkatan bila kaum muslim mengadakan pengajian bersama, Kristen dan katolik mengadakan pemberkatan rumah.

Sebut sekali lagi, anda pasti tahu apa yang saya maksud rumah ini.

Umpakan rumah ini adalah rumah.

Ulang lagi. Ya. Benar. Rumah ini adalah rumah tangga. Ketika kau membuat pernyataan yang kuat dengan hati dan batin di hadapan pasangan mu, fondasimu hanyalah sebuah rasa cinta untuk pasanganmu. Ketika kau ingin mengarungi bahtera hidup bersama pasangan mu yang kau arungi adalah lautan luas. Seberapa mantapnya anda saat fondasi cinta diutarakan itulah latar belakang kau mempersembahkan anak sebagai hasil dari rasa cinta itu. Ketika kau mengerti yang dinamakan kasih cintamu terbagi menjadi banya rupa walaupun sebenarnya hanya satu itu dan satu itu hanya berkembang. Pernyataanmu yang membawa ke kehidupan selanjutnya mendapat pengakuan dan berkat dari entah itu pemimpin agama yang manapun maka dari situlah awal perjuanganmu yang sebenarnya dimulai. Kamu mendapat segalanya dalam hidup itu yang membuatmu merasa sangat sempurna seperti kamu adanya. Entah saat damai atau kesusahan karena itu nikmatnya CINTA dan HIDUP.

Walau yang kau sebut bahtera baru dimulai tetapi perbaiki sendiri keretakan rumah oleh gempa, bangun kembali yang lebih baik dari sebelumnya agar serigala sekalipu menjotosnya hanya akan kehabisan tenaga dan nafas. Buktikan kalau itu bahteramu yang sudah direstui Nuh .

KPI dan siaran langsung sidang DPR

Baru-baru ini terdengar siaran rapat DPR yang dilarang oleh KPI dalam penyiaran secara live.

Pertanyaannya: kenapa KPI melakukan itu

Jawaban             : karena itu dianggap terlalu dibuat-buat bahkan dalam sidang DPR dianggap terlalu lebay (berlebihan-red)

bila ternyata ada yang lebih perlu disensor atas dasar keamanan dan perlindungan terhadap privasi itu mungkin lebih enak didengar ketimbang anggapan berlebihan tadi.

Alasannya yang tidak logis terhadap berlangsungnya persidangan. Karena mau bagaimanapun persidangan lebih baik di publikasikan sebagai momok pemberitaan yang terjadi pada kalangan DPR dan sebagainya, karena mau bagaimana rakyat yang berkuasa di Indonesia. Maka sudah selayaknya rakyat diberitahu apa yang terjadi dalam pemerintahan.

tetapi sayangnya ada kata siaran langsung. se-berlebih-lebihannya siaran tersebut itu yang seharusnya disiarkan dan diberitahukan kepada publik, tidak pandang terhadap editan dan kamuflase persidangan.

Kebijakan pers dan dalam pengambilan gambar secara langsung memang sudah ditentukan oleh KPI sendiri tetapi alangkah eloknya persidangan diberitakan apa adanya agar tidak membohongi rakyat sendiri.

tertera dalam kasus ini pembohongan terhadap publik lewat media massa yang tidak disebarluaskan secara langsung tetapi malah diedit dan dibenahi dulu, kalau dalam tata cara pengambilan gambar perlu diedit supaya mendapat gambar yang bagus itu sih oke-oke saja. tetapi dalam pemberitaan dan isi siaran lebih baik diberitakan apa adanya.

kasus ini sebenarnya bukan masalah pembohongan tetapi masalah pembodohan rakyat karena tidak menceritakan yang sebenarnya sehingga seperti yang terlihat tidak sama seperti yang sebenarnya, itu saja.

Sidang DPR tidak sebanding dengan siaran berefek negatif seperti porno film dan bagian siaran hiburan yang berefek negatif terhadap masyarakat sehingga ditiru oleh publik.

tetapi sudah selayaknya publik bisa membedakan sendiri dan memilah siaran yang cocok untuk diri mereka masing-masing. Bukan dengan bantuan sensor dan siaran yang sebenarnya tidak dibuat-buat maka disiarkan secara langsung.

lebih baik KPI memikirkan bagaimana memberitahu publik dengan kondisi sebenarnya yang berlangsung di pemerintahan dan membantu mencari solusi terhadap pemerintahan dengan menyiarkan yang sebenarnya dari pada melarang siara langsung yang berisi sebenarnya. Karena dalam kasus ini definisi berlebihan belum ditemukan penjelasannya. entah karena perdebatan sengit dalam sidang kabinet atau mungkin siaran yang mempublikan privasi sendiri.