FKY Benteng Vredeburg

Karena banyak stand yang belom buka, adekku bosen ada di sana akhirnya aku ambil foto-foto sebagian dari stand yang udah buka di Festival Kesenian Yogyakarta, abis datengnya kepagian sih kayaknya buka malam deh stand-stand di sini. check out thid picture

yang lagi nglukis

yang lagi ngukir

mengukir

catur kardus

teknik boga uny

buku loakan

a shirt

forest painting

cerpen pertamaku saat sma selain tugas sma

HIM

Dia cakep

Dia keren di sekolah khusus laki-lakinya di Inggris

Dia pintar berenang, surfing, dan segala yang berhubungan dengan air

Dia selalu memasang senyum kau-akan-kubuat-terpesona-nya di setiap kamera

Dia cool

Dia acuh terhadap cewek (kecuali aku)

Dia berambut cepak dan berantakan sebelum ibunya berkata ‘kau seharusnya tau bagaimana tampil di depan publik, sayang.’

Dia berbadan bidang dan kau tak menyangka bahkan dia six peg

Dia bermata hijau yang sangat manis

Dia tinggi dan proporsional (dan athletic)

Dia artis muda terkenal di dunia

dan

Dia seorang AGEN RAHASIA TERMUDA rekrutan Inggris

Okey, itu cukup untuk memberi tahu kalian bahwa terlepas dia agen rahasia atau bukan (karena ini rahasia dan aku mengetahuinya dari sejak kecil) dia menjadi incaran setiap gadis yang melihatnya. Dan setauku dari sejak aku kecil, manusia ini selalu dipertemukan denganku setiap tahun kecuali kelas dua dan tiga smp. Dan itu sudah cukup kuat untuk membuktikan bahwa dari sejak aku bayi yang masih minum susu ibu, aku ditunangkan dengannya. Tapi…………………………………… (lebih…)

Cita Rasa Bakso Sapi

bakso sapi kuah

Karangan saya sejenis dan kadang dengan tema yang benar-benar membosankan. Sekarang saya sedang mengarang lagi dengan tema yang mungkinmenurut otak saya karena akan menautkan sesuatu dan bagaimana saya bisa berpikir bahwa rasa bakso itu seperti cita rasa Indonesia dan cita rasa bola. Bahkan anda saya yakin tidak ingin menautkan bola dengan bakso dan Indonesia dengan bakso, tetapi mau bagaimanapun dunia menyediakan bakso sebagai ‘makanan’ dan Indonesia sebagai ‘negara’ serta bola sebagai bagian dari alat ‘olah raga’. Indonesia menurut ayah saya adalah satu-satunya negara yang menciptakan bakso daging sapi, Malaysia juga punya bakso tetapi bakso ikan. Dan yang saya ulas dalam karangan saya adalah bakso daging sapi yang biasanya dijual pedagang keliling atau warung-warung seperti biasanya, bumbu bakso itu ada motto, garam, bawang, dan sebagainya berbagai bumbu dimasukkan dalam ramuan bakso tadi hingga kadang kita menambah sambal, saos, dan kecap. Kenapa saya memilih bakso sebagai bahan karangan saya? Karena bakso sudah terkenal dengan nama ‘meat ball’ dan mungkin merambah kalangan bawah hingga para konglomerat. Kita kenal bakso dari pedagang keliling hingga bakso di restaurant mewah.
(lebih…)

Indonesia Ingin Maju

Saya mungkin memang berpikir seperti orang kebanyakan yang menyebut ‘sebenarnya Indonesia kaya’ itu dalam konteks ‘ sebenarnya’ , berarti menurut pandanganku bahwa kata ‘sebenarnya’ mengungkapkan sesuatu yang terjadi secara mata telanjang dan yang dirasakan serta yang actual atau apapun itu yang disebut ‘fakta’. Tapi bagaimana dengan sudut pandang orang yang tak menyukai Indonesia bila kata ‘sebenarnya’ dihilangkan dan yang terlihat oleh mata telanjang itu bukan ‘sebenarnya’. Jadi bahkan keterangan bahwa Indonesia dulu dijajah karena kekayaannya yang mempunyai rempah-rempah dan berbagai SDA yang mengundang nafsu itu serasa sajak-sajak histori dan hanya berupa fakta tak terlihat pada masa modern ini. Karena definisi modern saat ini berpatok pada negara maju seperti Amerika Serikat atau USA dan Jepang .

Menurut data yang ada memang Indonesia penghasil rempah-rempah yang berhasil dengan bukti adanya salah satu faktor ‘global warming’ akibat polusi asap rokok.  Mengapa? Sebab bangsa Indonesia sebagian penduduknya gemar merokok, dan rokok terbuat dari rempah-rempah, selain itu ada berita tentang ganja sebagai ‘obat terlarang’ alias narkoba, sebut saja perusahaan Djaroem, Dji Sam Soe, A Mild dsb. Selain itu Indonesia mempunyai aneka bahan tambang yang mungkin tidak ditemukan di negara lain, contoh emas di Papua yang menjadi sumber pasokan FreePort, penambangan minyak lepas pantai, penambangan pasir di sepanjang wilayah pegunungan (kaliadem, Jogjakarta dan sekitarnya) dan wilayah pantai secara tidak sembunyi-sembunyi. Hutan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang memasok kayu dan kelapa sawit ke berbagai daerah dan berapa kalipun berita menyampaikan ‘Ilegal logging’ dan ‘kebakaran’, hutan itu tetap ada di Indonesia. Sayangnya pernyataan walau Indonesia mempunyai SDA yang ‘banjir’ tetapi Indonesia bukan negara maju. Pernyataan tadi memang tak bisa disangkal karena memang yang memproduksi Indonesia, yang mengekspor Indonesia tetapi semboyan tidak berbunyi ‘Indonesia untuk Indonesia’ dalam hal ini. Indonesia bukan pengolah SDA-SDA yang ‘banjir’ tersebut dan negara lainlah yang mengolah bahkan kita mendapat barang kita sendiri dengan harga yang mahal akibatnya. Kita mendapatkan ‘persenan’ dan ‘komisi’ untuk itu tetapi tetap saja tulisan dijajah pada masa lalu hanya berubah sedikit menjadi ‘terjajah’. Hanya faktor tidak terlihat dan terlihatnya saja yang mempengaruhi dan faktor ketidaksengajaan.

Mari kita bedakan bersama, kata dijajah berarti kita merasa menderita dan adanya perang serta kata merdeka belum tercapai, bagaimana bila ‘terjajah’ kita seakan-akan lupa bila kita dijajah, seakan-akan apa yang kita miliki dinikmati sendiri dan kecap kemerdekaan sudah bergaung di lingkup dan komunitas tetapi sayangnya semua keindahan masa lalu yang semua menjadi milik kita ternyata direbut secara halus buktinya bahkan kita tidak tahu reog sudah sampai Malaysia dan hampir diaku utuh oleh mereka selain itu perlahan-lahan SDA surut dan yang tersisa hanya nama ‘Indonesia’ yang mungkin suatu saat nanti mata telanjang kita tidak melihat hutan lagi karena habis.  Baik, saya tentukan saja, perbatasan dijajah dan ‘terjajah’ adalah sebelum tahun 1945 adalah dijajah dan sesudah 1945 adalah ‘terjajah’.

(lebih…)