mengkilat bagai halilintar
bergemuruh bagai gluduk
menyambar tanpa pandang bulu bagai petir
memutar dan merenggut bagai tornado
menghisap seperti segitiga bermuda
mengombang-ambingkan layaknya badai
menghancurkan bagai tsunami
meluluhlantakkan seperti gempa bumi
hanya Dia yang tahu
kapan bahaya itu berhenti mangancam
kapan dinyatakan kata ‘aman’ untuk mengakhiri
kapan kedamaian mencapai titik akhir
kapan dan kapan
sampai Dia yang berbicara
sampai Dia yang mengentakkan palunya di atas meja hijau.
Pengadilan terakhir surga